foto|telusur.co.id

telusur.co.id – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman membantah, akan ada ultimatum ke Partai Gerindra jika belum memilih satu diantara sembilan nama yang disodorkan PKS untuk menjadi pendamping Prabowo, sebelum puasa Ramadhan.

“Kami dari PKS menyampaikan ke Pak Prabowo menurut hitungan kami itu idealnya itu sebelum Ramadhan jadi enggak ada bahasa-bahasa ultimatum,” kata Sohibul  di Kawasan Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (2/5/18).
Sohibul memastikan, kemistri antara PKS-Gerindra publik tak perlu mempertanyakan.
Bahkan, sambung Shohibul, kemungkinankan Prabowo dan koalisi nantinya akan menetapkan cawapres bakal terlaksana dengan beragam pertimbangan.
“Jadi kita sampaikan itu mudah-mudahan punya pemahaman yang sama sebelum Ramadhan adalah yang tepat mereka bisa menetapkan seperti itu ya,” tukas dia
Sebelumnya, PKS berharap Gerindra secepatnya memutuskan nama cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.
Sembilan nama kader PKS juga sudah disodorkan ke Gerindra untuk dipilih salah satu sebagai pendamping Prabowo.
“Sekarang kami memberikan waktu pada pihak Gerindra untuk mempelajari sembilan calon itu. Mereka disuruh meneliti satu per satu. Nanti mereka milih siapa, ya terserah,” kata  Presiden PKS Sohibul Iman
Sebagai informasi, PKS telah mengusulkan sembilan nama yang dinilai layak dipertimbangkan di Pilpres 2019. Mereka antara lain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, serta mantan Presiden PKS Anis Matta.
Selain itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS M Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro Salim Segar Al-jufri, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (der)
Bagikan Ini :