Fadli Zon/Net

telusur.co.id – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan pendidikan nasional seharusnya mendorong bangsa Indonesia mandiri dan berdaulat. Sehingga, bangsa Indonesia tidak terkooptasi kepada bangsa asing, baik secara politik, ekonomi, maupun kebudayaan.

“Jika masih terkooptasi berarti ada sesuatu yang harus dikoreksi dari penyelenggaraan pendidikan nasional kita,” ungkap Fadli Zon kepada wartawan di refleksi atas Hari Pendidikan Nasional tahun 2018.

Sesudah reformasi, terutama sesudah terbitnya UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, desain pendidikan nasional terjebak pada mengejar peringkat belaka.

Ini berlaku baik untuk peserta didik, pendidik, maupun institusi pendidikan. Siswa sibuk mengejar nilai ujian nasional yang standarnya terus naik. Guru sibuk mengurusi laporan administrasi sertifikasi. “Semuanya kini hanya sibuk mengejar kenaikan peringkat, tapi melupakan esensi pendidikan itu sendiri.”

Coba bayangkan, lanjut Fadli, dosen-dosen perguruan tinggi kebanyakan memikirkan bagaimana caranya agar bisa menulis di jurnal internasional yang terindeks Scopus. “Apakah tulisannya itu memiliki relevansi sosial atau tidak, memberikan inovasi atau tidak, punya manfaat atau tidak, seringkali tidak dipikirkan. Itu semua terjadi karena tuntutan perguruan tinggi tempat mereka bekerja. Dan perguruan tinggi kita memberikan tuntutan itu karena mereka ingin masuk dalam daftar sekian besar perguruan tinggi peringkat dunia.”

Menurut Fadli, masuk dalam daftar peringkat perguruan tinggi terbaik memang bagus. Tapi seharusnya kenaikan peringkat itu tidak dicapai melalui cara instan dan artifisial. ( ham )

Bagikan Ini :