Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memandang, dunia pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Karena, masih banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di sekolah. Mulai dari kasus kekerasan fisik, kekerasan psikis, sampai kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan sekolah.

Demikian disampaikan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (2/4/18).

Dicontohkan, pemukulan sampai penghukuman tak wajar, seperti menjilat WC sebagaimana dialami oleh siswa SD di Sumatera Utara dan penamparan sadis guru SMK terhadap sejumlah siswa di Purwokerto.

Kasus penganiayaan orangtua siswa terhadap salah seorang kepala SMP negeri di Pontianak dan kasus meninggalnya guru Budi di Sampang, Madura, akibat pukulan muridnya sendiri sangat viral dan mengejutkan banyak pihak.

“KPAI menyampaikan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan sekaligus juga mengingatkan, dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai kasus kekerasan yang masih terjadi di sekolah, yang mencoreng dunia pendidikan. Masyarakat kemudian mempertanyakan ada apa dengan pendidikan kita sehingga anak didik bisa berbuat demikian,” kata dia.

Dirinya mengungkapkan, berdasarkan data KPAI dalam tri semester pertama tahun 2018, pengaduan di KPAI juga didominasi oleh kekerasan fisik dan anak korban kebijakan (72 persen), Sedangkan kekerasan psikis (9 persen), kekerasan financial atau pemalakan atau pemerasan (4 persen) dan kekerasan seksual (2 persen).

Selain itu, kasus kekerasan seksual oknum guru terhadap peserta didik yang viral di media , meski tidak dilaporkan langsung ke KPAI, tetapi KPAI tetap melakukan pengawasan langsung mencapai 13 persen kasus.

“Umumnya kasus kekerasan seksual lebih banyak dilaporkan ke Kepolisian, kalaupun di laporkan ke KPAI biasanya KPAI akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan agar oknum guru pelaku di nonaktifkan dari tugasnya mengajar demi melindungi anak-anak lain di sekolah tersebut,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :