telusur.co.id – Pelatih Bayern Munchen, Heynckes mengatakan kekalahan timnya dalam Liga Champion melawan Real Madrid karena performa penjaga gawang yang blackout. “Ulreich mengalami sedikit blackout,” ungkap Heynckes disela-sela konferensi pers, Rabu.

Kendati begitu, ia mengakui jika anak asuhnya menampilkan permainan kelas dunia, sepak bola yang indah. “Sungguh disayangkan kami tersingkir. Saya sudah lama tak melihat Bayern bermain dengan begitu bagus. Semua yang dilakukan Madrid adalah serangan balik,” katanya.

“Dalam kedua pertandingan, kami jelas jadi tim yang lebih baik, tapi kami tak mampu menggapai final. Kami mendominasi, (kiper Madrid, Keylor) Navas spektakuler, terutama di akhir laga.

“Kali ini sudah permanen, saya tak akan duduk di sisi lapangan lagi. Tapi, saya tak berpikir kalau laga terakhir ini hal yang menyedihkan, hanya sebuah pengalaman yang luar biasa.”

Sebelumnya, tertinggal 2-1 dari leg pertama semi-final yang diadakan di Allianz Arena, Joshua Kimmich segera membawa Bayern unggul saat laga baru memasuki waktu tiga menit di Santiago Bernabeu, Selasa (1/5).

Karim Benzema memastikan keunggulan Bayern hanya bertahan delapan menit dengan menanduk gol penyeimbang. Ia kemudian membalikkan keadaan, memanfaatkan Ulreich yang terpeleset saat menyambut backpass dari Corentin Tolisso.

James Rodriguez menyeimbangkan kedudukan dan membuat asa Bayern menuju final kembali menyala, namun pada akhirnya pasukan Heynckes tak berhasil menembus pertahanan Madrid. Bayern pun kalah dengan agregat 4-3.

Laga ini jadi laga Eropa terakhir Heynckes sebagai manajer Bayern, mengingat ia akan mundur dari jabatannya dan digantikan oleh bos Eintracht Frankfurt Niko Kovac pada akhir musim. ( ham )

Bagikan Ini :