Presiden PKS Sohibul Iman/telusur.co.id

telusur.co.id – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul menilai Pemerintah Provinsi (Pemrpov) DKI Jakarta tidak bertanggung jawab terhadap meninggalnya dua bocah karena acara ‘Untukmu Indonesia’. Justru, Sohibul mendorong agar pihak berwajib mengusut pihak penyelenggara.

“Saya kira dari sisi kerusuhan dan kematian tentu Pemda enggak bisa diminta pertanggungjawabannya,” kata Sohibul di Kawasan Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (2/5/18).

Namun begitu, Sohibul minta Pemprov DKI, sebagai pihak yang memberikan izin bekerjasama dengan penegak hukum untuk mengusut tuntas masalah tersebut.

Disisi lain, dia juga menyayangkan acara ‘Untukmu Indonesia’ disusupi oleh kegiatan bagi-bagi sembako. Jika benar saat pembagian sembako itu ricuh dan diduga menyebabkan dua bocah meningggal maka tidak akan alasan pihak berwajib berdiam diri.

“Karena itu menjadi sebuah kejahatan. Menurut saya, karena bagaiaman menyelenggarakan sebuah acara dia tidak terencana dengan baik dari mulai pembagian, antri dan sebagainya,” ungkap Sohibul.

“Kenapa harus diusut, karena mereka menggunakan ruang publik ditambahkan dengan adanya’ ada yg meninggal. Kalau meninggal mau diruang publik atau privat, harus diusut,” sambung dia.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono membantah yang menyebut meningggalnya dua bocah lantaran berdesakan-desakan saat pembagian sembako di Monas beberapa waktu lalu.

“Hari Sabtu kemarin sekitar pukul 15.00 WIB, kita dapat laporan ada seorang laki-laki pingsan di luar Monas. Jadi penyebab meninggalnya bukan karena antre sembako,” kata Argo.

Argo menjelaskan, penyebab kematian bocah berusia 13 tahun berinisial MJ lantaran dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Sedangkan, korban lainnya, bocah lelaki berusia 11 tahun berinisial AR, akibat dehidrasi dan mengidap penyakit lainnya

Bagikan Ini :