Menteri BUMN Rini Soemarno/Net

telusur.co.id – Pemerintah akan segera mendapat pinjaman dari China Development Bank (CDB) hingga US$ 1 miliar, setara dengan 13,5 triliun rupiah.

Demikian diucapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Jakarta, Rabu (2/5/18).

Menurut Rini, dana itu dipergunakan untuk menyelesaikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Cikampek.

Tahap pertama, kata dia telah dikirimkan pihak CBD sebesar USD 170 juta atau setera dengan 2,8 triliun rupiah di akhir pekan lalu dan akan digunakan untuk membayar kontraktor.

“Penarikan akan dilakukan dalam waktu dua hingga tiga bulan mendatang. Saat ini, CDB baru saja mencairkan dana pinjaman sebesar US$170 juta.Pada dasarnya kami akan terus tarik ya, tapi bertahap supaya belum apa-apa sudah bayar bunga,” ucapnya.

Rini mengaku, dalam menggunakan dana tersebut sangat hati-hati. Karena, seiring dengan pembebasan lahan proyek sepanjang lebih dari 55 kilometer (km).

Seperti diketahui, bersama dengan PT KCIC, China Railway Corporation juga berencana membangun Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Halim Perdanakusuma dan Walini. Bahkan, Walini didesain untuk menjadi kota baru di Bandung Barat yang memiliki 1.270 hektare (ha).

Hingga 2017, CRC telah menyelesaikan 25.000 km jalur kereta cepat. Kereta dengan kecepatan 350 km per jam ini akan mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung dari semula 3-4 jam menjadi sekitar 40 menit.

Kereta ini akan dilengkapi empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar.[far]

Bagikan Ini :