Fahri Hamzah/Net

telusur.co.id – Fahri Hamzah memenuhi panggilan penyidik Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (2/4/18).

Dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi terlapor atas dugaan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Presiden PKS, Sohibul Iman.

Wakil Ketua DPR RI itu, datang ke Mapolda untuk mengklarifikasi ke penyidik. Laporan yang dilayangkan sebelumnya adalah murni kasus pencemaran nama baik dengan terlapor Sohibul Iman.

Namun, kata Fahri, terlapor justru berupaya menyeret pihak lain ke dalam pusaran kasus. Yakni, Majelis Suro PKS Salim Al-Jufri.

“Saya akan tetap berusaha mengatakan kepada penyidik, bahwa tidak perlu kita menyeret orang lain, saya cuma melaporkan saudara Sohibul Iman,” kata Fahri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/4/18).

Sohibul Iman, kata Fahri, terkesan menyeret kasus pencemaran nama baik dengan membuka memori perkara lain.

“Saya cuma mau konfirmasi saja kalau saya nggak mau kemana-mana.”

Kasus pencemaran nama baik yang ia laporkan ke Polda, sebenarnya sudah terang benderang. Dia sudah memberikan alat bukti video kepada penyidik saat Sohibul melontarkan kata yang dianggap memfitnah.

“Jadi dalam pemeriksaan yang lalu, saya menegaskan bahwa saya menjadikan alat bukti hanya video, menyatakan saya bohong dan membangkan, hanya itu,” kata dia.

Diketahui, Fahri sebelumnya secara pribadi telah melaporkan Shohibul ke PMJ, atas pernyataannya di beberapa media. Dimana dalam pernyataannya tersebut, Sohibul dianggap telah memfitnah Fahri dengan ungkapan berbohong dan membangkang.

Dalam kasus ini, Sohibul terancam dikenakan Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP. [ipk]

Bagikan Ini :