telusur.co.id – Wakil Gubernur Provinsi Banten Andika Hazrumi meresmikan pembukaan Simpang Susun Cikande, Serang, Rabu (2/5/2018).

Dalam peresmian simpang susun itu Andika didampingi Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Kris Ade Sudiyono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry TZ dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.
“Tanggal 3 Mei 2018 tepat pukul 00:00 WIB, Simpang Susun Cikande sebagai bagian dari jalan tol Tangerang-Merak siap dioperasikan dan langsung dibuka untuk pengguna jalan. Kami harapkan dengan adanya Simpang Susun Cikande pergerakan industri di sekitar Cikande maupun Serang dapat lebih mudah dan mampu mendorong percepatan investasi di berbagai wilayah Provinsi Banten,” kata Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Kris Ade Sudiyono pada acara pembukaan Simpang Susun Cikande tersebut.

Menurut Kris, sebelumnya proyek Simpang Susun Cikande ini telah dilakukan uji laik operasi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR bersama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Evaluasi laik operasi yang dilakukan di antara nya meliputi ketentuan teknis dan administratif serta ketentuan sistem tol.

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 37 Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2015 tentang Jalan Tol yang mengatur laik fungsi pengoperasian jalan tol merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan sebelum suatu segmen/ ruas dioperasikan,” katanya.

Menurut Kris, dengan dibangunnya Simpang Susun Cikande ini, jumlah gerbang tol ruas Tangerang-Merak yang semula sembilan menjadi 10.

“Gerbang Tol Cikande ini didukung oleh alat timbangan kendaraan weigh in motion (WIM) yang menyatu pada perkerasan jalan dan terintegrasi pada sistem peralatan tol. WIM ini mampu mendeteksi berat kendaraan ketika kendaraan melintas memasuki gardu gerbang tol,” ujarnya.

Menurut Kris, sebelumnya di tol Tangerang-Merak, WIM sudah terpasang di gerbang tol Cilegon Barat, Cilegon Timur, Serang Barat.

“Demi keselamatan bersama para pengguna jalan diharapkan untuk tertib berkendara dan menaati semua peraturan yang berlaku terutama mengenai jumlah muatan kendaraan angkutan barang,” ujarnya. [ Red ]

Bagikan Ini :