Serangan di Markas Komisi Pemilihan Umum Libya/Net

telusur.co.id – Mesir mengutuk keras aksi serangan mematikan yang ditujukan ke markas Komisi Tinggi Pemilihan Umum di Ibu Kota Libya, Tripoli, Rabu (2/5/18) waktu setempat.

Akibat serangan itu, sedikitnya 14 orang tewas dalam pemboman bunuh diri itu. Kelompok teror regional IS mengaku bertanggungjawab atas serangan itu.

“Mesir mengutuk dengan sekeras-kerasnya pemboman terhadap Komisi Tinggi Pemilihan Umum di Ibu Kota Libya, Tripoli, yang menewaskan dan melukai sejumlah orang di kalangan anggota komisi dan warga sipil yang tak berdosa,” kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam keterangannya, seperti dimuat Xinhua, Kamis (3/5/18).

Mesir pun memberikan dukungan buat rakyat Libya, juga di tingkat politik serta keamanan guna membantu negara tetangganya itu memulihkan keamanan dan kestabilan serta mencapai konsensus nasional yang diinginkan.

Diketahui, Libya telah dirongrong perang saudara sejak penggulingan dan terbunuhnya Muammar Gaddafi pada 2011, yang akhirnya memecah negeri tersebut menjadi dua pemerintah, satu yang didukung PBB di Tripoli dan pemerintah yang didukung parlemen dan berorientasi pada militer di Tobruk.

Pemerintah di Tobruk, yang didukung oleh tentara nasional Libya yang diumumkan secara sepihak dan dipimpin oleh Marsekal Medan Khalifa Haftar, menolak untuk mengakui pemerintah persatuan yang berpusat di Tripoli dan dipimpin oleh Fayez As-Serraj.

PBB, serta beberapa negara regional dan internasional, berusaha agar Libya bisa mewujdukan proses langka, pemilihan angota parlemen dan presiden, yang telah dilarang selama 42 tahun kekuasaan Gaddafi. [war]

Bagikan Ini :