Presiden RI Joko Widodo/Net

telusur.co.id – Pidato Presiden Joko Widodo soal harga racun kalajengking dirasa kurang pas. Sebab, itu disampaikan dalam forum Musrenbangnas.

Demikian disampaikan anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan, Kamis (3/5/18).

“Bagi kami tentu kurang pas dilakukan di forum Musrenbangnas yang seharusnya menyusun rencana pembangunan nasional ke depan,” kata dia.

Namun, dirinya menduga apa yang disampaikan Presiden, utamanya soal usaha kalajengking, merupakan bagian untuk memenuhi janji Jokowi membuka 10 juta lapangan pekerjaan, dengan mengajak masyarakat mencari racun kalajengking.

“Coba ditanyakan ke Pak Presiden, apakah betul ini bagian dari kebijakan membuka 10 juta lapangan pekerjaan sesuai janji kampanye atau tidak. Kerena yang tahu kan presiden,” kata dia.

Disampaikan, jika memang itu benar merupakan bagian dari janji kampanye Jokowi, masyarakat diminta untuk menanyakan kapan diadakan pelatihan.

“Tolong ditanyakan, kapan diadakan pelatihan mencari racun kalajengking,” kata Andre.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bicara soal harga komoditas di dunia yang paling mahal. Jokowi menyebut emas bukanlah komoditas yang paling mahal di dunia. Harga emas ternyata kalah jauh dibanding harga racun kalajengking.

“Ada fakta yang menarik, yang saya dapat dari informasi yang saya baca. Komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp 145 miliar per liter. Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” kata Jokowi dalam Musrenmbangnas dalam Rangka Rangka Penyusunan RKP 2019 di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Senin (30/4/18). [ipk]

Bagikan Ini :