Rupiah dan Dolar/Net

telusur.co.id – Tingginya dollar terhadap rupiah bukan masalah yang serius. Hal itu lantaran krisis dunia sehingga berpengaruh pada Indonesia.

Demikian diucapkan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/18).

“Gak masalah tuh. Dunia sih. Krisis ini dunia bukan Indonesia. Indonesia terkena dampak dari krisis dunia. Jadi jangan bilang ini krisis Indonesia. Indonesia krisisnya apa?,” ucapnya.

Ia pun mengaku sangat yakin tidak ada satu pun pemerintah dunia yang bisa menghadapi krisis dunia akibat naiknya suku bunga (the feet) dari Amerika Serikat.

“Kalau Indonesia lemah (rupiah), berati pemerintah lemah?, Kliru. Pemerintah manapun gak sanggub membendung krisis dunia,” ucapnya.

Posisi Rupiah terhadap dollar semakin hari kian melemah. Dimana, sebelumnya nilai mata uang Amerika Serikat berapa di posisi 13.936 rupiah per satu USD, kini Posisi mata uang negara adi daya tersebut berada di posisi 13.965 rupiah per satu dolarnya.

Hal itu ditulis kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dalam laman resmi Bank Indonesia (BI), pada Kamis (03/05/18).[far]

Bagikan Ini :