Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta/telusur

telusur.co.id – Ketua DPD RI, Osman Sapta mendukung delapan tersangka pembawa 2,647 ton sabu, yang merupakan warga negara Tiongkok dan Taiwan, dikenakan hukuman mati. Sebab, narkoba merupakan ancaman nyata bagi anak muda.

“(Tersangka) narkoba ini harus hukum mati, dan harus. Kenapa, ancaman bagi generasi muda tentang narkoba sudah keterlaluan,” kata Oesman Sapta di tempat pemunsnahan sabu, di Kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/5/18).

Ketua Umum Partai Hanura ini mengatakan, pemusnahan 2,647 ton sabu baru sedikit, dari yang sudah beredar dan belum terusir dengan tuntas dari Tanah Air.

“Jangan lupa ini baru 20 persen yang ditangkap, yang lolos 80 persen. Jadi itu rasio yang kita analisa kira-kira demikian,” kata dia.

Oleh sebab, tugas Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, Bea Cukai sangat berat dan harus dibantu oleh seluruh lapisan rakayat Indonesia agar barang-barang terlarang ini lenyap dari Tanah Air.

“Perlu dapat dukungan dari lapisan masyarakat baik tingkat pedesaan kecamatan kabupaten/kota itu yang paling penting. Jadi mari anak-anak muda kita bantu BNN untuk menyelematkan generasi kalian,” tukas dia.

Delapan orang yang sudah ditetapkan jadi tersangka ialah empat orang WN Tiongkok antara lain Tan Mai (69), Tan Yi (33), Liu Yin Hua (63) dan Tan Hui (43) yang merupakan nakhoda kapal.

Sedangkan, WN Taiwan ialah Chen Cung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An dan Hsieh Lai Fu, anak buah kapal (ABK). [ipk]

Bagikan Ini :