Habib Rizieq Shihab/Net

telusur.co.id – Kasus penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Imam Besar FPI, Al Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab, telah dihentikan.

Pemberhentian itu dilakukan setelah Polda Jawa Barat (Jabar) mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), sekira medio bulan Februari dan Maret 2018 tanpa dipublikasikan ke media dan masyarakat.

Setelah mengetahui kasus kliennya di SP3, pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mendatangi kantor Bareskrim Polri, di Gedung KKP, Jakarta Timur, Jumat (4/5/18).

“Sudah SP3. Makanya kami mengambil barang bukti yang terkait dengan kepemilikan tersangka,” kata Sugito.

Menurut keterangannya, kasus tersebut dihentikan Polda Jabar karena terbukti tidak ada unsur pidana yang ditemukan.

“Karena tidak memenuhi unsur dan tidak ditemukan niat untuk berbuat jahat dari beberapa keterangan saksi dan beberapa ahli, sehingga Bareskrim melalui Polda Jabar mengeluarkan SP3,” kata Sugito.

Diketahui, pada 27 Oktober 2016, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib Rizieq ke Bareskrim Polri karena dianggap telah melecehkan Pancasila saat berceramah dalam acara tablig akbar FPI dengan menyebut “Pancasila Sukarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala”. [ipk]

Bagikan Ini :