telusur.co.id – Ketua PPP Khittah Tamam Achda menegaskan jika gerakan yang dideklarasikan merupakan aspirasi kader yang menginginkan partai berlambang ka’bah kembali mendengar aspirasi umat dan kader PPP di akar rumput.

“PPP khittah bercita-cita melakukan koreksi terhadap kepemimpinan partai saat ini,” Demikian diucapkan ketua Khittah Tamam Achda di DPW PPP, Yogyakarta, Jumat, (4/5/18)

Ditegaskan Wakil Ketua umum Kubu Romahurmuziy, PPP Khittah bukan untuk memecah belah partai tetapi sebagai penengah antar kepengurusan antara Romi dan Djan Fardiz. “Menjadi Partai Islam yang mau mendengarkan aspirasi umat,” jelasnya.

Dirinya juga membantah PPP khitah merupakan partai baru. Menurutnya langkah khittah tetap berada di PPP. tetapi tempat untuk melakukan koreksi atas langkah dan kebijakan PPP. “PPP khittah itu tetap menjadi kader dari pada PPP,” tegas Tamam.

Perlu diketahui, deklarasi tersebut bentuk perhatian para senior PPP yang resah akibat dualisme kepengurusan PPP yang hingga kini belum terselesaikan. Selama tiga tahun lebih, energi para kader terkuras karena ada konflik di internal.

Dualisme PPP terjadi sejak Oktober 2014 saat muktamar di Jakarta dan Surabaya. Muktamar Jakarta memilih Djan Faridz sebagai ketua umum, sedangkan Muktamar Surabaya memilih Muhammad Romahurmuziy sebagai ketua umum. ( far )

Bagikan Ini :