Rahmat Effendi/Net

telusur.co.id – Calon Wali Kota Bekasi petahana, Rahmat Effendi diduga mencemarkan nama baik Alumni 212. Rahmat dilaporkan oleh anggota Alumni 212, Azwar Anas (37).

Azwar melaporkan Rahmat ke Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (4/5). Kedatangannya, didampingi Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin dan Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis.

Azwar mengatakan, bentuk pencemaran nama baik itu adalah menyebut “gerakan 212 politik kotor” saat pelantikan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) sekitar Februari 2018, di Graha Hartika Wulansari, Bekasi. Azwar pun tidak terima atas pernyataan Rahmat tersebut.

“Kalau tidak salah, pelantikan saat AMPG. Di sana dia berkata ‘212 itu politik serakah’. Jadi kami, saya, selaku Alumni 212 tidak terima dengan pernyataan seperti itu dan saya kaget karena 212 adalah murni gerakan rakyat bela Islam,” kata Azwar kepada wartawan usai membuat laporan.

“Kenapa harus bawa 212. Artinya, saya terpukul pernyataan dari Bapak Rahmat Effendy. Kok bisa-bisanya kami yang murni bela agama dibilang politik serakah.”

Laporan Azwar diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/588/V/2018/Bareskrim tertanggal 4 Mei 2018. Rahmat diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana tertuang dalam Pasal 156 KUHP.

Sementara itu, Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengatakan, kasus penistaan agama tidak hanya terjadi di Jakarta, tetangga Jakarta yaitu Kota Bekasi pun ada kasus serupa.

Dijelaskan Novel, Rahmat Effendi dilaporkan ke polisi atas dugaan ujaran kebencian dengan melecehkan ulama. Contoh konkretnya, Rahmat yang kembali mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Bekasi untuk periode selanjutnya ini melancarkan kampanye dengan mengangkat isu SARA.

“Menyampaikan pernyataan yang tidak sehat. Kemarin di Kota Bekasi banner Habib Rizieq diturunkan paksa karena diduga pembawa SARA oleh diduga oknum kader Partai Golkar, tambah lagi ini calon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan gerakan 212 merupakan politik serakah yang tidak pakai ilmu dan seni, ini akan kita laporan juga,” kata dia.

Ditegaskan Novel, dengan berkata demikian, Rahmat diduga kuat sudah melakukan ujaran kebencian terhadap golongan lain.

“Selain melaporkan ke Bareskrim Polri, kami juga akan melaporkan ke Bawaslu Pusat,” pungkasnya. [ipk]

Bagikan Ini :