Hidayar Nur Wahid/telusur.co.id

telusur.co.id – Sikap Presiden PKS, Sohibul Iman yang mendeadline Partai Gerindra untuk mengumumkan Cawapres sebelum puasa bukan merupakan ultimatum ataupun mendikte.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Apa yang diucapkan Presiden PKS, jelas dia, hanya meminta proses penentuannya bisa segera dilakukan. “Jadi, bukan ultimatum dan mendikte,” katanya.

Namun, lanjut dia, itu aspirasi wajar saja saling disampaikan. Gerindra punya sikap politik, kami paham dan PKS juga punya sikap politik yang penting dipahami semuanya.

Dia mengatakan partai-partai harus saling berkoalisi karena syarat parpol atau gabungan parpol harus memenuhi 20 persen ambang batas mengajukan capres dan cawapres.

Menurut dia, semua parpol koalisi yang mengusung Prabowo harus saling mendengarkan dan PKS sudah menyampaikan pendapatnya sehingga sosok bakal cawapres akan ditentukan dalam rapat bersama.

“Prabowo saat itu menjanjikan akan bertemu lagi dengan PKS dan kita menunggu realisasi apa yang dikomitmenkan oleh Prabowo,” ujar Hidyat .

Dia pun meminta Partai Gerindra segera mengumumkan hasil survei internal tentang cawapres pendamping Prabowo Subianto. ( ham )

Bagikan Ini :