Net

telusur.co.id – Timbulnya perang tagar di media sosial tak bisa dihindari, hal tersebut dikarenakan terbukanya kran demokrasi dan kebebasan berekrepresi, yang dilindungi oleh konstitusi.

Demikian pendapat pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Haryanto dalam acara diskusi, di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabu (5/5/18).

Menurut Gun Gun, masih dalam tingkat wajar bila perang tagar di Medos, kemudian ada yang membawanya kedunia nyata dengan beragam ekspresi.

“Ada keterbukaan yang sangat erat antara demokrasi di dunia nyata dengan cyber demokrasi. Ekspresinys kebebasan berpendapat,” kata Gun Gun.

Dirinya menilai, tidak perlu ada yang ditakuti dari perang Hastaq baik #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi.

Sebab, dalam proses pendidikan, Demorkrasi perang tagar tersebut cukup positif bagi para pemilih, namun tetap dalam koridor. Di sisi lain, diharapkan dari kedua kubu adu tagar tidak saling mecela dan melakukan black campaign.

“Kalau saya lihat dalam konteks demokrasi sebenarnya bukan hal yang negatif tetapi merupakan hal yang positif karena ini bisa menggairahkan partisipasi politik warga negara,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :