Hidayar Nur Wahid/telusur.co.id

Telusur.co.id–  Kembalinya Indonesia menjadi negara kesatuan setelah sebelumnya berbentuk negara serikat seharusnya diperingati sehingga rakyat memahami adanya slogan NKRI harga mati. Demikian disampakan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam soaialisasi Empat Pilar MPR bersama Yayasan Pecinta Sunah Rosul di Prambanan< Klaten, Jawa Tengah, Minggu, (06,5).

Hidayat menjelaskan bahwa oleh para pendiri bangsa, Indonesia didirikan sebagai negara kesatuan dengan berbagai keragaman yang dimiliki.

Namun dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah terpaksa menjadi negara Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai hasil Konferensi Meja Bundar tahun 1949.

Tokoh Islam sekaligus pemimpin Partai Masyumi Mohammad Natsir lah yang kemudian mengeluarkan Mosi Integral pada Sidang Pleno Parlemen Sementara Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 3 April 1950 yang intinya kembali ke negara kesatuan. Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan kembali ke NKRI.

Menurut Hidayat, mosi integral Natsir menunjukkan bahwa umat Islam  sejak awal berperan dalam mendirikan Indonesiadan  begitu mencintai negara ini.

“Ini bukti umat Islam cinta Indonesia. Umat Islam tak rela negara ini dipecahkan-pecah. Relasi Indonesia dengan Islam, partai Islam, umat Islam sangat kuat,” katanya.

Karena kecintaan yang sama, lanjut Hidayat, umat Islam ingin negara ini dikelola dengan benar sehingga bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

“Karena cinta Indonesia, kita tolak korupsi, kita tolak narkoba dan kita tolak pornografi,” kata Hidayat.(Red.Ant).

Bagikan Ini :