Calon Gubernur Kalbar, Karolin M.N/Net

telusur.co.id – Calon Gubernur Kalbar Nomor pemilihan dua, Karolin Margret Natasa menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan pembangunan ramah lingkungan bagi Kalimantan Barat pada lima tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan Anak Gubernur Kalbar Cornelis itu, saat menyampaikan visi dan misi dalam debat publik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tahap dua, yang dilaksanakan KPU Kalbar, Sabtu malam (5/5/18).

“Masyarakat adat dan kearifan lokalnya, dipercaya mampu membentuk pembangunan yang ramah lingkungan. Untuk itu, ke depan kita akan mempercayakan pengolahan hutan kepada masyarakat,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan oleh semua pihak harus mengedepankan kearifan lokal yang ada. Karena dirinya tahu betul pembangunan berasaskan pada kearifan lokal dengan mengedepankan keberlangsungan lingkungan penting dilakukan demi masa depan anak cucu kita.

“Dalam membangun Kalbar ke depan yang berwawasan lingkungan, kami juga akan mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan itu sudah kami lakukan untuk masyarakat Kalbar dengan menghadirkan kompor berbahan bakar sawit, kompor biogas dan sumber energi terbarukan lainnya yang akan sudah kita perkenalkan,” kata dia.

Karolin menjelaskan, selama ini setiap pihak selalu mengedepankan kelestarian lingkungan, namun mengesampingkan hak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari hutan tersebut. Padahal, katanya, selama ini masyarakat yang hidup disekitar hutan sendiri sangat tahu bagaimana menjaga hutan mereka, karena mereka menggantungkan hidup dari hutan tersebut.

“Makanya kita menekankan, agar jangan biarkan masyarakat disekitar kawasan hutan semakin terbelakang karena tidak bisa mendapatkan manfaat dari hutan. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana memberikan wawasan kepada masyarakat untuk mengelola hasil hutan dengan bijak, agar kebutuhan hidup mereka bisa terpenuhi,” kata dia.

Wanita yang baru memimpin setahun Kabupaten Landak itu mengaku akan fokus pada penataan kawasan hutan dan lahan gambut, karena dirinya merasa tahu betul, selama ini lahan kawasan hutan dan gambut menjadi nafas bagi Kalbar.

“Masalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahunnya di Kalbar tentu harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah Kalbar ke depan, untuk itu kita harus memaksimalkan pengolahan lahan berkelanjutan yang ramah lingkungan dengan melibatkan langsung petani, salah satunya dengan modernisasi pertanian,” kata Karolin.

Menurutnya, program itu sudah di rancang, dimana mereka berdua akan memberikan edukasi lebih mantap kepada para petani, agar tidak lagi membakar lahan dan memanfaatkan teknologi pertanian yang ada.

“Saat menjadi bupati Landak, saya juga sudah mengajukan alih fungsi hutan seluas 22 ribu hektar, untuk dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat, namun tidak mengesampingkan kelestarian alam. Kedepan, saat dipercayakan masyarakat untuk memimpin Kalbar, kita akan mengajukan lebih banyak lagi,” katanya. [ipk]

Bagikan Ini :