Ketua KPK Agus Raharjo/Net

telusur.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi, tidak hanya berhenti pada penetapan Amin Santono sebagai tersangka, kasus penerimaan suap Rp 500 juta, terkait usulan dana dalam RAPBN-P Tahun Anggaran 2018.

KPK pun akan mendalami dugaan adanya aliran dana korupsi yang dilakukan oleh anggota DPR Amin Santono kepada anaknya, Yosa Octora Santono, yang menjadi calon Wakil Bupati Kuningan.

Hal itu sebagaimana disampaikan ketua KPK, Agus Raharjo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (5/5/18).

“Nah kita perlu juga dalami karena apakah untuk pembiayaan, anaknya itu. Akan kita dalami,” kata Agus.

KPK sendiri menduga personel Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai demokrat itu menerima suap Rp 500 juta terkait usulan dana dalam RAPBN-P Tahun Anggaran 2018, agar mengupayakan dua proyek di Kabupaten Sumedang masuk dalam RAPBN-P tersebut.

Selain Amin, tiga orang lainnya ikut ditetapkan tersangka oleh KPK, yakni Eka Kamaludin dari pihak swasta, Yaya Purwanto sebagai Kasie Pengembangan Pendanaan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu serta, Ahmad Ghaist dari pihak kontraktor sebagai pihak tersangka.

Amin, Eka dan Yaya sebagai pihak yang diduga menerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ketiganya diancam pidana paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara untuk Ahmad Ghaist yang diduga memberikan suap dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi lain telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 7001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta. [ipk]

Bagikan Ini :