telusur.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memutuskan, jumlah hari cuti bersama Lebaran 2018 tetap berdasarkan kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang ditandatangani pada 18 April 2018.

Menko PMK, Puan Maharani mengatakan, pelaksanaan cuti bersama Idul Fitri 1439 H, diharapkan dapat berjalan dengan baik.

“Bagi masyarakat dapat memperoleh kenyamanan saat mudik, dan dunia usaha tetap kondusif,” kata Puan dalam jumpa pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (7/5/18).

Dalam SKB yang ditandatanganin Menpan RB Asman Abnur,  Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah diputuskan cuti bersama sebanyak tujuh hari, yakni 11- 14 Juni dan 18 – 20 Juni 2018.

Puan menuturukan, dalam menindaklanjuti SKB tiga menteri tersebut, pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspirasi baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun keamanan dan ketertiban.

Dijelaskan, dari aspek sosial, pemerintah mempertimbangkan seperti kemacetan arus mudik Lebaran 2018, serta waktu berkumpul bersama keluarga.

Sedangkan aspek ekonomi, pemerintah telah mendengarkan aspirasi dan membahas bersama pihak lain, seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), KADIN, Bursa Efek Indonesia agar tetap menciptakan kondisi perekonomian yang tetap kondusif.

Acara jumpa pers tersebut dihadiri oleh tujuh Menteri. Selain Menko PMK Puan Maharani, hadir juga Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PANRB Asman Abnur, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F. Moelok, Menteri Sosial Idrus Marham. Selain itu, hadir juga perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan Bank Indonesia, serta pimpinan Polri. [ipk]

Bagikan Ini :