foto|net

telusur.co.id- Pemerintah berencana mengembalikan Ujian Nasional (UN) sebagai syarat kelelusan. Hal tersebut lantaran nilai UN tahun ini untuk SMA mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi X DPR, Anang Hermasyah menilai, rencana pemerintah ini terlalu gegabah dan terburu-buru

“Fakta bahwa nilai UN jeblok, tapi langsung menawarkan solusi kembali menjadikan UN sebagai syarat kelulusan. Ini Mendikbud seperti galau,” ujar Anang dalam keterangan persny kepada telusur.co.id, Senin (7/5/18).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut, argumentasi pemerintah yang ingin mengemblikan UN sebagai syarat kelulusan berpotensi menabrak sejumlah aturan. Tak hanya itu, alasan pemerinth tak masuk akal.

“Argumentasi yang dibangun Mendikbud bahwa dengan UN agar ada semangat kompetisi di antara siswa. Ini alasan konyol,” imbuh Anang.

Seharusnya, tutur musisi asal Jember, Jawa Timur ini, pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan mencari peyebab nilai UN SMA selalu mengalami penurunan.

“Semestinya lakukan evaluasi, mengapa nilai UN beberapa tahun ini jeblok. Pemerintah pusat memiliki instrumen melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) atas pelaksanaan UN. Itu dulu yang diungkap,” tuntas dia.[Ham]

Bagikan Ini :