telusur.co.id – Pelarangan atau sweeping memakai kaus bertuliskan tagar 2019 Ganti Presiden di Care Free Day (CFD) menuai kecaman. Sebab, pelarangan ini tak hanya dilakukan di DKI Jakarta, namun juga dibeberapa daerah lainnya.

“Ya terlihat ada yang paranoid. Ya Kubu sebelah (Pendukung Jokowi),” kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman kepada telusur.co.id, Senin (7/5/18).

Menuru ketua dewan pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini, aksi sweeping ini dilakukan secara sistematis dan terencana usai CFD di Jalan Sudirman-MH Thamrin pekan lalu.

“Seminggu setelah kasus CFD 29 April terjadi pelarangan pemakaian kaus 2019 Ganti Presiden di berbagai kota,” kata Habiburokhman.

Di DKI Jakarta, lanjut dia, warga pemakai kaus #2019GantiPresiden dilarang masuk kawasan CFD dengan alasan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 tahun 2016.

“Padahal kaus tersebut bukan atribut partai politik , tidak mendiskreditkan SARA dan tidak bersifat menghasut.”

Habiburokhman menilai, patut diduga ada upaya kriminalisasi terhadap warga yang memakai kaus #2019GantiPresiden. Padahal, kaus sejuta KTP untuk Jokowi pada 22 April lalu dibiarkan begitu saja tanpa ditindak.

“Kepada penegak hukum kami serukan untuk bisa bersikap netral dalam politik, tidak menjadi alat kekuasaan,” kata dia.

Diketahui, pada CFD di Bundaran HI, Minggu (6/5) kemarin, warga yang memakai kaus bertuliskan #2019GantiPresiden, diberikan sanksi berupa teguran oleh Petugas Satpol PP DKI.

Banyak Petugas Satpol PP Dinas Perhubungan DKI, beserta pihak kepolisian dikerahkan. Warga yang kedapatan mengenakan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden, mendapat pengarahan dari petugas, atau pun disuruh ganti dengan baju lain. [ipk]

Bagikan Ini :