telusur.co.id – Pendaftaran calon Presiden dan calon Wakil Presiden tinggal tiga bulan lagi. Namun, dari sekian banyak nama yang didengungkan, sampai saat ini belum ada satu pasang pun yang mendeklarasikan diri.

Bekas Panglima TNI Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo salah satunya. Akan tetapi, meski dirinya belum memiliki dukungan dari Partai Politik peserta pemilu secara nyata, dia yakin akan mendapatkan tiket untuk bisa berlaga di Pilpres 2019.

Dia pun mengaku siap menjalankan tugas sebagai Presiden RI bila nantinya terpilih.

“Saya ini mantan Panglima TNI. Jiwa saya sebagai prajurit, tidak bisa dihapuskan sampai titik penghabisan. Tugas apapun yang diberikan bangsa dan negara pasti saya terima, termasuk presiden. Saya optimis. Kalau nggak optimis ngapain,” kata Gatot di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/18).

Bukan itu saja, ia juga menyampaikan telah mulai menjalani penjajakan dengan ketua partai peserta pemilu, seperti Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Gatot menceritakan, pertemuannya dengan SBY kala itu hanya berbincang mengucapkan terimakasih dan memberitahukan bahwa dirinya telah menuntaskan tugas menjadi seorang panglima TNI.

“Saya menghadap Pak SBY, saya mengucapkan terimakasih dan telah menjalankan tugas sebagai panglima. Kan beliau yang melantik saya sebagai KASAD,” ungkapnya.

Dirinya juga sangat optimis dengan segala kemungkinan, termasuk persoalan logistik yang diyakini akan terpenuhi dengan kekuatan rakyat.

“Kita selalu mempermasalahkan logistik. Itu namanya meremehkan rakyat. Apa rakyat nggak bisa patungan? Apa kita harus beli rakyat? Rakyat nggak bisa dibeli,” tegasnya. [ipk]

Bagikan Ini :