Rupiah dan Dolar/Net

telusur.co.id – Untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, Bank Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan cadangan devisa. Tetapi, harus menaikkan suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate”, jika ingin menahan arus modal keluar.

Demikian pendapat Ekonom Institute for Development of Economic and Financial (INDEF), Bhima Yudhistira, kepada wartawan, Selasa (8/5/18).

“Cadangan devisa pastinya akan tergerus untuk stabilisasi. BI tidak bisa andalkan hanya cadangan devisa sebagai satu-satunya instrumen,” kata Bhima.

Menurutnya, BI masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25-50 basis poin dari level saat ini, 4,25 persen. Jika suku bunga acuan naik, maka imbal hasil instrumen keuangan di Indonesia akan meningkat.

Sekedar informasi, hingga akhir Maret 2018, cadangan devisa Indonesia sebesar 126 miliar dolar AS atau turun 2,06 miliar dolar AS dari jumlah pada Februari 2018. [ipk]

Bagikan Ini :