telusur.co.id- Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengutuk keras atas terjadinya penyerangan narapidana kasus teroris terhadap aparat keamanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Apalagi, insiden ini telah menelan enam korban jiwa.

“Tentu kita mengutuk apa yang terjadi di Mako Brimob. Di mana korbannya lima polisi dan satu teroris,” kata Said di Riau, Rabu (9/5/18).

Menurutnya, kerusuhan di Mako Brimob itu sebagai bukti potensi bibit terorisme masih menjalar di Tanah Air. Oleh sebab itu, dia meminta pemerintah lebih tegas menangani para teroris ini

“Belum tuntas pemerintah atau petugas atau pihak terkait menyelesaikan terorisme. Berani membunuh polisi di markas polisi, itu luar biasa,” paparnya.

Lebih lanjut, Said menyatakan, tak hanya NU, Muhammadiyah, umat Islam secara keseluruhan menolak tindakan kekerasan.

“Al-Quran melarang kekerasan, NU mengamalkan Quran. Nabi Muhammad antikekerasan, NU ikut Nabi Muhammad,” tuturnya.

Bagikan Ini :

1 KOMENTAR