Net

telusur.co.id- Indonesia Police Watch (IPW) menduga, kerusuhan di rumah tahanan (Rutan) di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, akibat Polri ‘meronda’ kantor partai beberapa waktu lalu.

“Kekacauan ini terjadi beberapa saat setelah Brimob memunculkan kontroversial karena berpatroli mengamankan kantor-kantor partai politik di Semarang,” ujar Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, dalam keterangannya, Rabu (9/5/18).

Tak hanya itu, Neta juga menyindir, bagaimana bisa Polri mengamankan kantor partai dan memastikan tidak terjadi hal-hal tak diinginkan pada perhelatan Pilkada di 171 daerah, ‘kandangnya’ sendiri mengalami kebobolan.

“Bagaimana Brimob bisa diharapkan maksimal menjaga Pilkada Serentak, menjaga markasnya sendiri kebobolan,” ungkap Neta menyindir.

Oleh sebab itu, dia meminta agar Polri segera menjelaskan secara tranparan ke publik apa yang sesungguhnya terjadi di Mako Brimob.

“Berapa korban tewas dan luka dalam kekacauan itu dan tentang senjata api polisi yang berhasil dirampas napi teroris,” pungkasnya.[Ham]

Bagikan Ini :