telusur.co.id – Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang mereka lakukan. Hasilnya, PDIP, Golkar dan Gerindra menempati posisi tiga besar.

Dalam survei itu LSI Denny JA memaparkan, PDI Perjuangan memperoleh 21.70 persen, di posisi kedua ada Partai Golkar 15.30 persen, dan Gerindra di posisi ketiga dengan 14.70 persen.

Walaupun sempat diterpa isu Puan Maharani dan Pramono Anung yang disebut Setya Novanto ikut menikmati uang korupsi e-KTP,  namun faktor Jokowi dapat mempertahankan PDI Perjuangan tetap pada posisi pertama atau elektabilitas paling tinggi.

Sedangkan Gerindra, lantaran ada sosok Prabowo Subianto. Dengan adanya sosok Prabowo itu, maka Gerindra bisa ada di posisi tiga besa.

Sebanyak 80,9 persen responden menyebut Prabowo identik dengan Gerindra, 5,3 persen sebut prabowo identik dengan partai lain, dan 13,8 persen lainnya tidak jawab.

Dalam survei elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2019, LSI Denny JA memetakan partai menjadi empat divisi berdasarkan perolehan suara hasil pemilu itu.

Pertama adalah divisi utama di mana ada tiga partai yang memperoleh suara di atas 10 persen dalam survei yang dilakukan 28 April – 5 Mei 2018 yaitu PDI Perjuangan (21,70 persen), Partai Golkar (15,30 persen), dan Partai Gerindra (14,70 persen).

Sementara dua partai menempati divisi menengah yang mendapat suara di bawah 10 persen tapi di atas 4 persen yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (6,20 persen) dan Partai Demokrat (5,80 persen).

Secara angka atau persentase, lima partai itu yang akan lolos ke Senayan.

Sedangkan lima partai yang mendapatkan suara di bawah empat persen yaitu PAN (2,50 persen); Nasional Demokrat (2,30 persen); Perindo (2,30 persen); PKS (2,20 persen); dan PPP (1,80 persen).

Dan divisi terbawah yaitu, divisi nol koma ada enam partai; Hanura (0,70 persen); PBB (0,40 persen); Partai Garuda (0,30 persen); PKPI (0,10 persen); PSI (0,10 persen); dan Partai Berkarya (0,10 persen). [ipk]

Bagikan Ini :