telusur.co.id – Sebagai Anak Bangsa, Putera Puak Melayu, mewakili diri sendiri dan Rakyat Indonesia, mengucapkan selamat atas kemenangan Oposisi Malaysia, Pakatan Harapan yang dIpimpin oleh Dr Mahathir Muhammad.

 

Muslim Arbie | Pengamat Politik

Semoga Malaysia dapat terus maju di bawah komando Mantan Perdana Menteri yang sekarang terpilih menjadi Perdana Menteri kembali, barakallah.

Kemenangan pihak Oposisi atas partai berkuasa dari Barisan Nasional di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Najib Rajak ini sebetulnya sudah bisa diduga sebelumnya. Oposisi begitu kuat dan berpengaruh di Malaysia.

Ada enam hal yang bisa dikatakan menjadi kunci kemenangan Oposisi.

1. Solidnya partai-partai  oposisi yang bergabung dalam Pakatan Harapan.

2. Kekuatan Oposisi yang menguasai sejumlah negara bagian yang sangat berpengaruh.

3. Isu-isu Korupsi Najib dan isu ekspansi Cina (RRT).

4. Ketokohan Mahathir Muhammad dan tekanan politik terhadap Anwar Ibrahim yang dipenjara dengan tuduhan sodomi.

5. Lamanya UMNO dan BN berkuasa selama 60 tahun di Malaysia.

6. Rakyat Malaysia di bawah kekuatan oposisi inginkan perubahan.

Usia yang sudah tua dari Mahathir Muhammad (92), tentunya akan menjadi problem tersendiri bagi kelangsungan kepemimpinan Malaysia.
Sudah pasti hal ini akan menjadi perhatian persoalan di kemudian hari ke depan tentunya.

Apakah Dr Mahathir akan mempersiapkan Anwar Ibrahim yang kini masih meringkuk di Penjara, sebagai penggantinya setelah rujuk dan memimpin, oposisi Pakatan Rakyat?
Hanya kekuatan Oposisi Pemenang dan Dr Mahathir yang tahu akan hal itu. Meski rencananya Dr Wan Azizah wan Ismail, istri Anwar Ibrahim akan jadi Deputy Perdana Menteri nya Mahathir.

Satu hal bagi Mahathir, dalam kurun 1981 hari ini melalui nya telah menjadi Perdana Menteri, Tokoh Politik handal dan Tokoh Berpengaruh di Malaysia sehingga Perdana Menteri Najib Razak yang bekas muridnya dapat di tumbangkan nya.

Akan hal Anwar Ibrahim, setelah terpilih menjadi Perdana Menthri di usia sangat tua ini Dato Seri Dr Mahathir Mohammad, akan menyerahkan tongkat kekuasaan kepada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri penerusnya untuk menebus dosa-dosa politiknya karena telah memenjarakan mantan Wakil Perdana Menterinya dengan tuduhan sodomi?

Wallahu’alam

Mojokerto, 10 Mei 2018

Bagikan Ini :