Blibli/Net

telusur.co.id – Niat perusahaan dagang berbasis online (e-commerce) Blibli.com untuk mengubah nama istana olahraga (istora) Senayan menjadi “Blibli Arena”, adalah bentuk tidak tahu diri perusahaan tersebut.

Demikian dikatakan Ketua Umum DPP Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, Andi Fajar Asti, kepada telusur.co.id, Sabtu (12/5/18).

“Kelakuan Blibli.com negosiasi perubahan nama istora senayan menjadi Blibli Arena adalah bentuk tidak tahu diri perusahaan tersebut,” kata Andi Fajar.

Menurutnya, sudah selayaknya Blibli turut serta dalam membantu pendanaan fasilitas dan kegiatan olahraga. Sebab, perusahaan itu telah mencari hidup di Indonesia dengan keuntungan perusahaan yang tidak sedikit.

“Jadi, wajar jika harus berterimakasih ke negara dengan membantu pendanaan fasilitas dan kegiatan olahraga,” kata dia.

Mestinya, kata dia, Blibli bersyukur bisa tumbuh dan berkembang di tengah ratusan juta rakyat indonesia, yang memanfaatkan jasa perdagangan e-commerce.

Harusnya, Blibli yang keuntungam perusahaan bisa mencapai triliunan rupiah itu tahu diri, karena negara telah menciptakan iklim bisnis online yang sehat.

Sehingga, sebagai rasa terimakasih atas dukungan negara, sebaiknya bentuk negosiasi dalam hal yang lain saja, seperti sistem bagi hasil atas pemanfaatan istora senayan untuk kegiatan industri olahraga, atau kerjasama iklan dan lain-lain. Intinya, kata dia, kehadiran swasta jangan menjadi perusak jati diri bangsa.

“Jika swasta yang mengeluarkan bantuan hibah atau CSR selalu ingin branding perusahaan melalui pelabelan nama bangunan atau venue yang sebenarnya aset negara, maka suatu saat kita akan menjumpai Monas berubah nama menjadi Alibaba, GBK berubah nama menjadi Gojek, atau Sentul berubah nama menjadi Total,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :