Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

telusur.co.id – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri protes dengan jawaban para simpatisan partainya yang menyatakan setuju.

Hal itu terjadi dalam Apel Siaga PDI Perjuangan Jawa Tengah, di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5/18).

Dalam video yang diunggah akun kece-bonk TV, pada tanggal 11 Mei 2018 itu, terlihat begitu semangatnya Megawati berpidato di hadapan para kader dan simpatisan PDIP. Video berdurasi 8 menit 11 detik itu, sudah ditonton sebanyak 7.770 kali, dan mendapat tanggapan beragam dari para penontonnya.

Dalam video, Megawati mengatakan apa yang terjadi di Markas Besar Brimob itu sudah kesewenang-wenangan, dan ketidak perikemanusiaan, yang dilakukan oleh mereka yang seharusnya tentu diberi hukuman.

“Karena negara kita ini negara hukum. Tanpa hukum kita tidak akan bisa hidup bersama saudara-saudara. Saya menyatakan, atas nama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menyampaikan duka dan belasungkawa, sedalam dalamnya bagi anak-anak yang telah mengorbankan dirinya, dalam melaksanakan tugas dan kewajiban negara,” kata Megawati.

Kemudian, dirinya meminta para kader dan simpatisan membayangkan berapa umur mereka yang sudah menjadi korban, apa kesalahannya, apakah mereka punya hak untuk menentukan mati hidupnya seseorang.

“Coba bayangkan, berapa umur mereka saudara-saudara. Apa kesalahannya saudara-saudara. Apakah memang dia punya hak, mereka punya hak untuk menentukan mati hidupnya seseorang saudara-saudara?” tanya Megawati.

“Republik ini adalah republik Pancasila, hidup orang satu untuk semua saudara-saudara, semua untuk satu, bukan mereka menebarkan kebohongan, ketakutan, apakah itu akan kita terima saudara-saudara?” tanya Megawati

“Tidak,” jawab simpatisan PDIP.

“Sebagai juga, orang yang mendapatkan hak menjadi Warga Negara Republik Indonesia saudara-saudara. Tentu, tidak boleh kita terima saudara-saudara, karena hidup ini adalah demi Republik Indonesia saudara-saudara.”

“Apa kalian mau dijajah lagi seperti dahulu kala. Apa tidak kurang 350 tahun kita telah dijajah oleh bangsa lain, yang budayanya, yang lain-lainnya berbeda dengan apa yang menjadi kultur Indonesia saudara-saudara,” kata Megawati.

Kemudian Megawati mempertanyakan apakah para simpatisan itu setuju. “Setuju opo ora?” tanya Megawati.

“Setuju…..,” jawab simpatisan.

“Setuju?” tanya Megawati kembali.

“Setuju….,” jawab simpatisan kembali.

“Setuju?” tanya Mega lagi.

“Setuju…,” jawab simpatisan lagi.

“Lah kok lemes?” tanya Megawati.

“Setuju,” jawab Simpatisan.

“Setuju,” tanya Mega.

“Setuju,” jawab Simpatisan.

“Tidak… begitu dong!” kata Megawati, yang kemudian kembali bertanya apakah setuju.

Simpatisan kembali menjawab “Setuju”. Mega pun heran dengan jawaban simpatisan yang kembali menjawab setuju.

“Eh… Kok Setuju!” kata Megawati. [ipk]

Bagikan Ini :