telusur.co.id -Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan pihaknya lebih menekankan pada kualitas koperasi, bukan lagi pada kuantitas. Jumlah anggota meningkat, lebih baik daripada jumlah koperasinya yang meningkat, tapi kurang berkualitas.
“Kalau dulu kami mengejar jumlah, dalam arti kuantitas, tapi sekarang kami mengejar kualitas,” kata Sesmenkop UKM Meliadi Sembiring dalam perkenalan kebijakannya sebagai Semenkop UKM yang baru, di Jakarta, Jumat (11/05/2018).
Dalam acara tersebut, Meliadi didampingi Kepala Biro Umum Hardiyanto, Kepala Biro Perencanaan Ahmad Zabadi, dan Kepala Bagian Humas Sudarmono.

Menurut Meliadi, pihaknya juga melakukan pembenahan database melalui program rehabilitasi. “Database koperasi itu kan dari dulu belum pernah dirapikan, oleh karena itu kita merapikan database tersebut,” katanya.

“Selain berbenah data, pada tahun depan semua koperasi harus melakukan RAT. Jadi semua koperasi aktif wajib melakukan RAT, karena RAT diatur oleh undang-undang,” ujarnya.
Menurut Meliadi, tidak ada alasan bagi koperasi untuk tidak melaksanakan RAT. “Kalau koperasi tidak ada masalah, wajib melaksanakan RAT,” tambahnya.

Meliadi mengatakan ke depannya, dalam kaitan dengan Nomor Induk Koperasi (NIK) menjadi andalan kementerian, untuk melihat dan mempromosikan koperasi kita yang ada.
“Pada 2015-2017 kementerian sudah memberi nomor induk koperasi (NIK) sebanyak 152.714. Sedangkan sisanya sebanyak 80.000 koperasi yang perlu dibina, sehingga pada tahun depan bisa mendapat NIK,” tuturnya.

Menurut dia pada periode 2015-2017, NIK tersebut masih dicetak di Pusat. “Mulai 2018, NIK tersebut bias dicetak secara berjenjang. Kalau Koperasi itu pada tingkat kabupaten/kota, maka NIK-nya bias dicetak di daerah itu,” katanya lagi.
Sedangkan koperasi yang pada tingkat provinsi, katanya, NIK bisa dicetak di provinsinya.

Ke depannya, katanya, selain dicetak di wilayahnya secara berjenjang, koperasi itu sendiri bias mencetak sendiri melalui ODS. [Red]

Bagikan Ini :