telusur.co.id – Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis mengingatkan masyarakat dan media massa televisi dan radio, untuk mengutip informasi dari narasumber yang terpercaya dan institusi yang berwenang.

Hal itu menyikapi peristiwa pengeboman di Gereja yang terdapat di Surabaya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau pada lembaga penyiaran, khususnya televisi, untuk tetap menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI 2012.

Dia mengatakan, lembaga penyiaran punya kewajiban menyiarkan berita yang akurat di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik dan regulasi penyiaran yang ada.

“Jangan sampai masyarakat menerima teror berulang, karena munculnya informasi dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ungkap Yuliandre dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

KPI mengingatkan pula, bahwa televisi dan radio harus menjadi perekat sosial antar masyarakat, untuk menjaga situasi lebih kondusif.

Dibeberkan Yuliandre lagi, Pasal 23 SPS KPI menyebutkan larangan munculnya adegan kekerasan, termasuk menampilkan manusia atau potongan tubuh yang berdarah-darah, terpotong-potong dan atau kondisi yang mengenaskan akibat dari peristiwa kekerasan. (ham)

Bagikan Ini :