telusur.co.id – Setelah kasus di Mako Brimob, Kepala Dua, Depok, Jawa Barat selesai, teror bom kembali mengguncang Indonesia.

Bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Surabaya. Nampaknya efek ledakan dari bom bunuh diri itu cukup kuat.

Terlihat dari beberapa foto yang beredar di media massa dan jejaring aplikasi seperti whatsapp bom bunuh diri itu membuat halaman gereja berantakan. Tak hanya itu, akibat ledakan ada beberapa foto korban yang berjatuhan.

Sementara, ada warga yang membawa korban yang bercucuran darah di wajah, tangan dan kakinya.

Sumber foto dari whatsapp

Namun, belum bisa dipastikan apakah foto yang beredar di media sosial dan whatsapp itu korban bom bunuh diri di Surabaya.

Namun, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal membenarkan adanya bom meledak. Dia mengatakan ada korban dalam ledakan.

“Ya benar ada bom. Ada korban di lokasi di Gereja Katolik Santa Maria Surabaya. Kita sedang lakukan sterilisasi,” kata Iqbal saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini belum diketahui siapa dan melalui apa teror itu diembuskan.

Berdasarkan informasi, ada dua korban meninggal, dan 13 luka-luka. Korban meninggal diduga salah satunya adalah pelaku bom bunuh diri. (ham)

Bagikan Ini :