Sumber foto dari whatsapp

telusur.co.id – Tragedi teror yang terjadi di tiga gereja di Surabaya dan bom meledak di Sidoarjo, Jawa Timur membuat semua pihak prihatin sekaligus mengutuk keras, tak terkecuali Pimpinan Wilayah Fatayat NU DKI Jakarta yang ikut mengecam tindakan biadab tersebut.

“Serangan Bom di Surabaya adalah tindakan nyata oknum tak beragama yang terus mencoba untuk menghantam keberagaman kita, keberagaman Indonesia, keberagaman Nusantara,” ungkap Ketua PW Fatayat NU DKI Jakarta, Rahayu Sri Rahayu melalui keterangan tertulisnya, Minggu.

Atas nama Fatayat NU Provinsi DKI Jakarta, Rahayu Sri menyerukan semua gerakan perempuan khususnya perempuan muda NU untuk merapatkan barisan.

“Menjaga ketahanan keluarga dari ancaman doktrin radikalisme atas nama agama dan mengutuk bom Surabaya serta semua tindakan teror yang mengancam keluarga Indonesia,” anjurnya.

Tak lupa, perempuan berjilbab ini juga memohon kepada Pemerintah khususnya Pemprov DKI Jakarta untuk terus meningkatkan program pembinaan masyarakat melalui gerakan pemberdayaan perempuan dan keluarga serta meningkatkan kewaspadaan bahaya radikalisme disemua lapisan.

Seperti diberitakan, aksi bunuh diri dengan meledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Yang membuat prihatin dari beberapa pihak yang menjadi pelaku adalah seorang ibu dan anaknya.

Akibat dari bom bunuh diri itu, ada korban jiwa dan puluhan korban luka-luka. (ham)

Bagikan Ini :