telusur.co.id – Bom bunuh diri yang terjadi Minggu pagi di tiga gereja di Surabaya merupakan aksi terorisme yang tidak bisa ditolerir. Apa lagi tindakan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa masyarakat sipil dan aparat keamanan.

Menyikapi hal itu politisi Partai Golkar, Satya Widya Yudha mendorong penyelesaian pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Teroris.

“F-PG kita dorong agar aktif menuntaskan RUU Anti-terorisme segera dengan memperhatikan situasi negara yang genting atas aksi terorisme baru-baru ini,” ucap Satya dalam keterangan tertulis yang diterima telusur.co.id, minggu (13/5/18).

Satya yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR mengaku, pembahasan RUU Anti-terorisme yang masih belum selesai, berdampak pada kejadian aksi terorisme. Oleh sebab itu, RUU Anti-terorisme dipandang sangat urgen untuk kembali dibahas dan segera dituntaskan.

“Kita menunggu respon pemerintah untuk duduk bersama kembali, agar RUU Anti-terorisme bisa disahkan dalam masa sidang berikutnya,” beber Satya.

Anggota DPR asal Jawa Timur yang kediamannya hanya berjarak 100 meter dari TKP bom bunuh diri di Gereja Santa Maria di Ngagel, Surabaya tersebut mengharapkan pihak pemerintah juga segera satu suara dalam menuntaskan RUU Anti-terorisme.

“Saya mendengar, mayoritas fraksi di Pansus RUU Anti-Terorisme di DPR sudah sepaham dan bersatu, tinggal menunggu di pihak pemerintah yang nampaknya belum satu suara, karena setiap merumuskan satu kalimat atau paragraf, pemerintah selalu minta waktu kembali untuk membahas secara intern di pemerintah. Jadi bolanya justru ada di pemerintah, kita selalu menunggu,” papar Satya.

Bahkan, sambung Satya, jika memang dinilai sangat urgen dan mendesak karena ada situasi darurat nasional atas aksi terorisme, Pemerintah bisa mengeluarkan Perppu. “Saya yakin DPR pun akan segera merespon positif,” pungkasnya.[far]

Bagikan Ini :