Sumber: Istimewa

telusur.co.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Al Washliyah (PP ISARAH), Adherie Z Sitompul mengecam tindakan bom bunuh diri di gereja di Surabaya, Jawa Timur.

Yang membuat prihatin adalah aksi dilakukan saat menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H untuk umat Islam.

Jelas rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa perbuatan radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama, sungguh sangat memprihatinkan. “Dan mengiris hati kita semua karena tidak ada agama manapun bisa mengaminkan pemboman dirumah ibadah,” katanya, Senin.

Maka dari itu PP ISARAH mengutuk dan mengecam keras atas tidakkan radikalisme yang dilakukan teroris mengatasnamakan agama Islam.

“Kita juga turut berduka cita sedalam-dalamnya atas korban meninggal dunia maupun luka luka,” katanya.

Tak hanya itu, negara harus tegas dalam penanganan masalah ini tangkap segera dalang di balik ini jangan hanya pelaku lapangan. “Negara harus hadir saat rakyat yang menjadi korban dengan menditeksi secara dini gerakan radikalisme yang dilakukan teroris berkedok agama.”

Selanjutnya, menyerukan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan agama manapun.

Yang terpenting, tetap menjaga persatuan dan solidaritas juga persaudaraan sesama rakyat Indonesia dengan mengakhiri konflik dengan mengunakan isu agama baik di dunia nyata maupun di dunia maya sebab itu bagaimanakan pupuk penyubur untuk gerakan radikalisme yang dilakukan teroris.

“Kami melihat gerakan ini seperti tampak teroganisir terjadi di Indonesia, harapan kami jangan lagi terjadi asumsi politik yang berakibat semakin meruncing nya suasana, yang dapat kami pastikan akan memecah belah bangsa ini dan apabila masih ada oknum-oknum yang bermain diarena politik dengan memecah belah kesatuan Negara Kesatuan Republik indonesia maka kami siap berhadapan secara langsung,” tandasnya. (ham)

Bagikan Ini :