foto|net

telusur.co.id – Kendati Presiden Jokowi saat ini masih kuat, bukan berarti tidak bisa dikalahkan dalam Pilpres serentak 2019. Jokowi bisa dikalahkan, asalkan oposisi bersatu dan kompak dalam melakukan pemahaman ke masyarakat mengenai situasi dan kondisi bangsa

Itulah hasil survey terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang digelar di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018).

Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby menjelaskan survei dilakukan pada 28 April-5 Mei 2018 terhadap 1.200 responden dengan wawancara tatap muka. Metode yang dilakukan adalah multistage random sampling dilengkapi FGD dan analisis media serta indepth interview. Margin of error dari survei ini +- 2,9%.

Hasilnya, peluang Jokowi dikalahkan dalam pilpres adalah 50:50. Dengan syarat utama, kekuatan oposisi Jokowi bersatu. “Probability-nya 50:50. Dengan syarat kekuatan oposisi yang bersatu, seperti bersatunya Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad di Pemilu Malaysia,” katanya.

Untuk itu, baik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prabowo Subianto, Amien Rais, dan Gatot Nurmantyo perlu bersatu jika ingin kalahkan Jokowi. “Kalau tidak, kisah sukses Mahathir di Malaysia sulit tercapai,” bebernya. (ham)

Bagikan Ini :