Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo/Net

telusur.co.id – Presiden Joko Widodo mendesak pembahasan revisi Undang-Undang tentang terorisme untuk segera diselesaikan karena aksi teror bom sudah merajalela, mulai dari peledakan tiga gereja, peledakan rusunawa di Sidoarjo serta meledaknya bom di Mapolrestabes Surabaya.

“Sudah dua tahun belum selesai, maka segera diselesaikan secepat-cepatnya dalam masa sidang berikut, yaitu di 18 Mei yang akan datang,” ungkap Jokowi di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin (14/05/18).

Menurut Jokowi, undang-undang itu sangatlah penting untuk segera diselesaikan karena akan digunakan sebagai payung hukum untuk menindak tegas pelaku terorisme.

Kalau pada waktu empat hari itu belum selesai, Jokowi menyatakan akan membuat peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu).

“Revisi itu penting karena merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat, bagi Polri untuk bisa menindak tegas dalam pencegahan maupun dalam tindakan. Kalau nantinya di bulan Juni, di akhir masa sidang ini belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang),” tegas Jokowi.

Seperti diketahui, RUU tentang Anti Terorisme sudah diusulkan oleh Pemerintah sejak 2016 saat aksi teror bom Thamrin yang terjadi pada awal tahun 2016. Dalam RUU Anti Terorisme itu menekankan penguatan dalam fase pencegahan terorisme serta mengemukan pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme dan penguatan BNPT. (ham)

Bagikan Ini :