Bekas PM Malaysia Najib Razak/Net

telusur.co.id – Bekas Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak resmi dilaporkan Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) , atau Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Malaysia.

Pelaporan dilakukan bekas anak buah Najib Razak, Abdul Razak Idris yang perna menjadi Direktur Investigasi dan Intelijen MACC, Senin (14/5/18).

Tidak tanggung-tanggung, Abdul Razak Idris membuat dua laporan sekaligus ke komisi anti-rasuah Malaysia, terhadap bekas atasannya itu.

Laporan pertama atas tuduhan bahwa Najib telah menggunakan posisinya untuk menerima gratifikasi. Laporan kedua atas tuduhan bahwa Najib diduga memiliki properti yang tidak dapat dijelaskan pada publik.

“Saya juga akan berdiskusi dengan para perwira di sini jika saya harus mengajukan laporan lain di sini atau dengan polisi di bawah Pasal 217 dan 218 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di mana pegawai negeri tertentu menyelamatkan seseorang dari hukuman atau properti dari penyitaan,” kata dia kepada wartawan sebelum memasuki markas MACC, yang dikutip The Star.

“Alasan saya mengajukan laporan hari ini adalah agar MACC dapat mengambil tindakan cepat. Kami juga tidak tahu apakah Komisaris Utama saat ini Tan Sri Dzulkifli Ahmad akan digantikan oleh pendahulunya Tan Sri Abu Kassim.”

Najib Razak dari koalisi Barisan Nasional (BN) telah kalah dalam pemilu Malaysia Rabu pekan lalu. BN dikalahkan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohammad.

Setelah menang pemilu, Mahatahir resmi dilantik sebagai PM Malaysia pada Kamis lalu. Dia telah berjanji membuka kembali kasus skandal korupsi di lembaga keuangan negara 1Malaysia Development Berhad (IMDB) yang diduga melibatkan Najib Razak. Rekening pribadi Najib pernah terdeteksi menerima aliran dana dari 1MDB sebesar USD 700 juta. [ipk]

Bagikan Ini :