Fadli Zon dan Bambang Soesatyo/telusur.co.id

telusur.co.id- Ketua DPR Bambang Soesatyo menyalahkan pemerintah terkait belum disahkannya Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme

Menurutnya, alasan pemerintah menunda, karena belum mendapatkan titik temu soal defenisi terorisme.

“Pihak pemerintah minta tunda karena belum adanya kesepakatan soal definisi terorisme,” kata Bamsoet, sapaan karibnya, Jakarta, Senin (14/5/18).

Politikus partai Golkar ini memastikan, parlemen sudah 99 persen siap mengetuk palu agar RUU tersebut disahkan. Namun, jika definisinya rampung dibahas.

“Begitu definisi terorisme terkait motif dan tujuan disepakati, RUU tersebut bisa dituntaskan,” tukas dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai RUU Antiterorisme itu sudah sangat genting, karenanya DPR diminta untuk segera disahkan. Hal itu dikatakannya setelah kejadian meledaknya bom di lokasi tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5).[Ipk]

Bagikan Ini :