Yorrys Raweyai/Net

telusur.co.id – Bekas anggota Komisi I DPR RI, Yorrys Raweyai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (14/5/18).

Politikus Partai Golkar itu, diperiksa sebagai saksi, untuk tersangka Fayakhun Andriadi, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.

Usai menjalami pemeriksaan, Yorrys yang merupakan Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar itu mengaku dicecar 14 pertanyaan.

Salah satunya terkait dugaan adanya aliran uang senilai Rp 1 miliar dari tersangka Fayakhun Andriadi. Uang itu disebut terkait pencalonan Fayakhun sebagai Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta.

Yorrys pun membantah menerima uang dari koleganya di Partai Golkar itu. “Saya bilang, terima dari mana, nggak tahu. Apalagi saya tidak punya kedekatan khusus dengan Fayakhun. Apalagi dalam konteks menjadikan dia sebagai ketua Golkar DKI. Nggak ada konteksnya sama sekali,” kata Yorrys.

Disampaikan Yorrys, dugaan pemberian uang menjadi tak logis lantaran Fayakhun meminta dukungan kepada dirinya pada bulan April. Sementara menurut keterangan Fayakhun kepada penyidik KPK, kata dia, uang tersebut diserahkan pada bulan Juni.

Dalam kasus ini, Fayakhun Andriadi diduga menerima suap berupa hadiah atau janji yang terkait dengan jabatannya sebagai anggota Komisi I DPR. Suap itu diduga merupakan fee atas jasa Fayakhun dalam memuluskan anggaran pengadaan satellite monitoring di Bakamla pada APBN-P tahun anggaran 2016. [ipk]

Bagikan Ini :