Mahfudz Siddiq/Net

telusur.co.id – Aksi terorisme yang terjadi selama dua hari di Kota Surabaya, Jawa Timur, dirasa aneh bila dikaitkan dengan Partai Keadilan Sejahtera.

Demikian disampaikan mantan Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Mahfudz Siddiq saat ditemui telusur.co.id, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/18).

“Menjadi aneh jika ada orang atau pihak yang mengkaitkan kasus ini (terorisme) dengan PKS,” kata Mahfudz Siddiq.

Menurutnya, siapa pun, baik itu organisasi, atau orang per orang, pasti tidak akan setuju dengan aksi terorisme. Kalaupun ada yang setuju, maka itu pasti orang tidak waras.

Dirinya juga merasa ada keanehan lain, dengan munculnya aksi unjuk rasa di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jaksel, Senin kemarin.

Dimana, ada segelintir orang dari kelompok tertentu yang menggelar aksi, dan menuding PKS sebagai partai pendukung teroris. Sebab, mereka secara track record tidak punya urusan dengan PKS. Tidak pula punya masalah dengan PKS, tapi tiba-tiba datang ke PKS.

“Walaupun demonya tidak besar, ini rasanya aneh. Menjadi pertanyaan, mereka disuruh siapa? Saya tidak mau spekulasi ya, mereka yang harus menjawab,” kata dia.

Sebelumnya, puluhan orang yang mengatas namakan Forum Komunikasi Ativis (Fokas), mendatangi markas Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Senin (14/5/18).

Kedatangan mereka untuk menggelar aksi unjuk rasa, lantaran menganggap PKS sebagai partai pendukung terorisme.

Dalam keterangan pers, mereka menyerukan beberapa tuntutan. Salah satunya, mendesak Polri, BIN, Pemerintah dan seluruh elemen rakyat untuk melakukan pengawasan ketat pada seluruh kantor PKS di seluruh Indonesia, guna memantau dugaan keterlibatan PKS dalam aksi radikalisme dan terorisme. [ipk]

Bagikan Ini :