Sumber: Istimewa

telusur.co.id – Peristiwa pengeboman tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna, GKI Diponegoro dan Gereja Santa Maria Tak Bercela, mendapat kecaman dari sejumlah pihak, salah satunya dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bekasi.

Penjabat Ketua Cabang GMKI Bekasi, Dion Marpaung menyatakan, aksi terorisme di Indonesia masih sangat perlu diwaspadai terlepas telah dibuatnya Undang-Undang Terorisme.

“Kejadian ini benar-benar memprihatinkan dan harus diperhatikan oleh elemen-elemen pemerintahan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima telusur.co.id.

Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya terhadap keluarga yang menjadi korban, kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa selalu memberi penghiburan kepada keluarga korban.

“BPC GMKI Bekasi mengecam dan mengutuk keras aksi pemboman gereja-gereja di Surabaya dan segala bentuk aksi terorisme lainnya,” tegas dia.

Untuk itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Bekasi untuk bersatu dan tidak terprovokasi atas aksi pemboman di Surabaya.

“Kami meminta kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Bekasi agar tidak ada satupun masyarakat yang menganut paham-paham radikal,” ujarnya.

Dion Marpaung meyakini tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. “Saya kira semua agama mengajarkan perdamaian antarsesama manusia agar manusia hidup dengan damai dan tentram,” tutupnya. (ham)

Bagikan Ini :