telusur.co.id – Kemenagan oposisi Pakatan Harapan (PH) di Malaysia yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad dinilai bisa merembet ke Indonesia. Dengan syarat, oposisi di tanah air mampu menjelaskan dengan baik ke publik masalah penguasaan tanah, utang dan investasi negara Cina, seperti halnya Malaysia.

Demikian pernyataan peneliti Asosiasi Ekonomi politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng kepada wartawan di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (14/5/18). Jika ingin menang, oposisi di Indonesia harus berani dan tidak terlalu lembek dalam mengkritik pemerintah.

“Saya meminta oposisi itu  harus berani enggak usah takut dan harus lebih lugas,” kata Salamuddin di Kawasan Tebet, Jakarta,

Dia menjelaskan, faktor kemenangan Mahahthir di Malaysia karena ia mampu menjelaskan secara tegas isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat.

“Permasalahnya di kita oposisinya tidak secara gamlang mengemukan permalsahan. Kalau kita dengar pidato-pidato parlemen oposisi Malaysia itu sangat lugas, urut, dia jelaskan malasalah tanah, utang, investasi Cina yang membahayakan kedaulatan mereka,” ungkapnya.

Sementara oposisi di Indonesia, terang Salamuddin, gagap dalam menjelaskan kebijakan pemerintah yang tak berpihak kepada rakyat dan malah menguntungkan konglomerat.

“Di kita kurang lugas kayak kita cerita tanah ke rakyat masih simpang siur pemahamannya. Masalah utang juga simpang siur. Disana bagus ya cara oposisi menyampaikan dan cara beroposisi betul-betul rest in programe,” tutupnya. (ham)

Bagikan Ini :