telusur.co.id – Ketua Setara Institute Hendardi menilai, tim perumus Revisi Undang-Undang (RUU) Terorisme,  terkesan konyol.

Pasalnya, keinginan mempercepat pengesahan RUU tersebut terlihat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan mengeluarkan Perppu.

“Ini menunjukkan sikap-sikap yang konyol dari elit kita terutama yang berada di tim perumus RUU,” kata dia di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (15/5/18).

Tak hanya itu Hendardi juga menilai, penyebab belum disahkannya RUU, lantaran banyak kepentingan yang belum terakomodasi. Padahal, pembahasa RUU tersebut sudah sejak 2016 lalu.

“Ada kepentingan macam-macam sehingga memperlambat itu. Tidak wajar RUU terorisme sudah hampir 2 tahun mendekam, diproses tapi maju mundur terus,” ungkapnya.[far]

Bagikan Ini :