Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/te;usur.co.id

telusur.co.id – Bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terusik dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyinggung kinerja pemerintahan lalu terkait harga BBM. Kendati terainggung, SBY mengaku tetap sabar.

“Saya mengikuti percakapan publik, termasuk di media sosial, menyusul pernyataan Presiden Jokowi yg salahkan kebijakan SBY 5 th lalu,” ungkap SBY dalam akun twitternya, Selasa.

Pak Jokowi, ujar SBY, intinya mengkritik dan menyalahkan kebijakan subsidi untuk rakyat dan kebijakan harga BBM, yang berlaku di era pemerintahan sebelumnya.

“Saya minta para mantan menteri dan pejabat pemerintah di era SBY, para kader Demokrat dan konstituen saya, tetap sabar,” pesannya.

“Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu dan tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, dan ekonomi.”

Justru, sambung SBY, semua harus bersatu padu. Juga makin rukun. Jangan malah cekcok dan beri contoh yang tak baik kepada rakyat. “Malu kita,” tandasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya, menyampaikan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di seluruh daerah sudah dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu bisa diterapkan saat pemerintah telah mencabut subsidi BBM.

Sedangkan, pada pemerintahan sebelumnya, terdapat subsidi BBM sebesar Rp 340 triliun. Namun, ia mempertanyakan mengapa BBM satu harga tak bisa diterapkan di seluruh daerah di Indonesia pada saat itu.

“Dulu subsidi Rp 340 triliun kenapa harga nggak bisa sama. Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat,” ujar Jokowi. (ham)

Bagikan Ini :