Foto: net

telusur,co,id – Kebijakan impor beras tambahan sebanyak 500 ribu ton oleh pemerintah, karena harga beras yang masih tinggi dan pasokan dalam negeri kurang.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan kata Oke di Jakarta, Selasa (15/5/18).

Menurutnya Izin impor tahap kedua itu telah didapat saat Rapat Koordinasi Terbatas (Rekortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Kami telah menerbitkan persetujuan izin impor untuk 500 ribu ton tahap kedua,” kata Oke.

Sebelumnya, sikap berbeda diungkapkan Kementerian Pertanian yang mempertanyakan alasan di balik kabar tambahan impor beras sebesar 500 ribu ton. Pasalnya, panen raya padi yang terjadi saat ini dinilai telah meningkatkan ketersediaan pasokan beras di gudang Bulog dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyatakan pihaknya belum mengetahui kabar yang beredar tentang tambahan impor beras. Namun, dia melarang kebijakan itu dilakukan dengan pertimbangan stok beras yang ada saat ini dan mempertanyakan alasan jika benar adanya kebijakan impor tersebut.

“Tidak boleh ada impor lagi, dasar dari kebijakan impor kan kalau cadangan beras Bulog kalau sudah di bawah 1 juta ton,” kata Agung, Jumat (11/5) lalu.[far]

Bagikan Ini :