Net

telusur.co.id – Cara komunikasi politik Partai Keadilan Sejahtera terhadap partai-partai lain harus diperbaiki. Sebab, PKS sebagai partai papan tengah, terlihat gaya komunikasinya seperti anak kecil, partai baru, dan terkesan kurang pergaulan.

Demikian disampaikan mantan Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Mahfudz Siddiq saat ditemui telusur.co.id, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/18).

“Cara komunikasi politik PKS dengan partai-partai lain harus diperbaiki. Saya lihat cara komunikasi politik PKS selama ini aneh, kayak anak kecil,” kata Mahfudz Siddiq.

“Saya terus terang agak malu juga sebagai kader, melihat cara komunikasi politik yang selama ini dilakuan.”

Bahkan, saat perayaan Milad ke-20 PKS, tanggal 13 Mei 2018, di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, dalam perayaan yang mewah itu, PKS tidak mengundang petinggi-petinggi partai politik, bahkan tidak pula mengundang Presiden RI, Joko Widodo.

“Saya membayangkan seperti Milad 20 tahun PKS kemarin, undang saja semua Ketum Partai, kalau perlu Jokowi sebagai presiden diundang. Kalau perlu Mahathir Mohamad (Perdana Menteri Malaysia yang baru) diundang, harus percaya diri. PKS ini partai papan tengah,” kata dia.

Dirinya berharap, kedepan PKS bisa lebih baik dalam menjalin komunikasi politik, menunjukan sikap kepercayaan diri sebagai partai papan tengah.

“(Seharusnya gaya komunikasi PKS) tidak begitu. PKS ini partai papan tengah, tiga pemilu PKS ini papan tengah. Tampilkan gaya komunikasi PKS, sebagai partai papan tengah. Jangan kaya partai baru, kuper, nggak berani ketemu orang,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :