foto/ net

telusur.co.id – Sikap Presiden Jokowi yang menyerang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal subsidi BBM membuat pengurus Partai Demokrat kepanasan. Demokrat pun menyerang balik Jokowi.

Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun twitternya @andi_arief_ terlihat gemas dengan sikap Jokowi yang menyalahkan kepemimpinan SBY terkait harga BBM.

“Jaman Jokowi harga minyak dunia rendah sekali. Subsidi dicabut sana sini. Ekonomi stagnan, hutang menggunung, daya beli melorot, kurs meroket,” kritiknya.

Tak hanya itu, bekas staf khusus istana itu juga mempertanyakan uang subsidi BBM dan energi lainnya. “Kemana uang cabut subsidi energi? Kalau harga minyak meroket akan kemakan omongan,” katanya.

Senada, Ketua DPP Partai Demokrat lain, Ferdinand Hutahaen juga ikut menyerang Jokowi. Katanya, pada era SBY, harga minyak dunia bahkan di atas USD 120/Barel. Harga BBM seperti premium dijual Rp.6500/liter.

“Bandingkan dengan sekarang, Crude cuma 60 an dolar, dijual Rp. 6550/liter. Jadi yang perduli rakyat siapa? Fulu ekonomi tumbuh, rakyat mudah cari kerja, mudah cari duit,” kritik Ferdinand melalui akun twitternya, Selasa.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya, menyampaikan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di seluruh daerah sudah dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu bisa diterapkan saat pemerintah telah mencabut subsidi BBM.

Sedangkan, pada pemerintahan sebelumnya, terdapat subsidi BBM sebesar Rp 340 triliun. Namun, ia mempertanyakan mengapa BBM satu harga tak bisa diterapkan di seluruh daerah di Indonesia pada saat itu.

“Dulu subsidi Rp 340 triliun kenapa harga nggak bisa sama. Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat,” ujar Jokowi. (ham)

Bagikan Ini :